Breaking News, 62 Orang Meninggal Akibat Gempa 5,6 M di Cianjur

- 21 November 2022, 21:07 WIB
Update Gempa Cianjur, Data Terbaru BNPB: 62 Meninggal Dunia, 5.389 Orang Mengungsi
Update Gempa Cianjur, Data Terbaru BNPB: 62 Meninggal Dunia, 5.389 Orang Mengungsi /

DENPASARUPDATE.COM - Gempa dengan kekuatan 5,6 Magnitudodi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menelan korban jiwa.

Data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Senin 21 November 2022 mencatat 62 orang meninggal dunia. Warga meninggal tersebar di Desa Rancagoong di Kecamatan Cilau, Desa Limbagansari di Kecamatan Cianjur, dan Kecamatan Cugenang.

BNPB juga melaporkandi Desa Cijerdil, Kecamatan Cugenang 25 orang masih tertimbun runtuhan bangunan, dan 79 orang terluka akibat gempa tersebut. 

Jumlah warga yang mengungsi hingga malam ini mencapai 5.389 orang yang tersebar di berbagai tempat.

Rumah yang rusak akibat gempa di siang hari ini mencapai 2.272 unit rumah, 1 unit pondok pesantren rusak berat, 1 RSUD Cianjur rusak ringan, 4 unit gedung pemerintah rusak, 3 unit sarana pendidikan rusak, 1 unit sarana ibadah rusak. Gempa juga menyebabkan longsor yang menutup jalan lintas provinsi di Kabupaten Cianjur.

Selain di Kabupaten Cianjur, kerusakan ijuga terjadi di Kabupaten Bogor sebanyak 46 rumah rusak, Kabupaten Sukabumi 443 rumah rusak, dan di Kota Sukabumi sebanyak 14 unit rumah rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Untuk kebutuhan mendesak di lapangan yaitu 20 unit tenda, alat berat untuk evakuasi, 10 unit penerangan, 100 unit velbed, dan bahan bakar minyak. Gempa susulan masih dirasakan di lapangan meski dengan kekuatan lebih kecil dari gempa sebelumnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada warga di Kabupaten Cianjur dan sekitarnya untuk mengungsi apabila dirasa rumahnya masih belum aman dari bahaya gempabumi. Warga diimbau untuk tetap waspada akan adanya potensi gempa susulan.

Halaman:

Editor: I Gusti Ngurah Kartika Mahayadnya

Sumber: BNPB


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x