Alami Gangguan Multiorgan, Pendiri Kompas Media Jakob Oetama Wafat

- 9 September 2020, 16:43 WIB
Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama semasa hidupnya /KOMPAS/KOMPAS/KARTIKA MAHAYADNYA

DENPASARUPDATE.COM – Dunia media nasional berduka. Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama tutup usia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Jakob wafat dalam usia 88 tahun karena megalami gangguan multiorgan.

Usia sepuh kemudian memperparah kondisi Jakob hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.   Dokter Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Felix Prabowo Salim mengatakan kondisi awal Jakob Oetama saat masuk rumah sakit sudah mengalami gangguan multiorgan. Dia pertama kali masuk ke rumah sakit pada 22 Agustus 2020. Kondisinya sempat membaik, namum kemudian memburuk lagi. Hingga pada Minggu (6/9/2020) sore, Jakob koma.

“Selama perawatan sempat sebenernya naik turun, di mana selama perawatan hampir lebih dari dua minggu sempat perbaikan dan terjadi penurunan, hanya pada saat-saat terakhir karena faktor usia dan kondisi semakin memburuk akhirnya beliau meninggal,” ujar Felix. Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading telah melakukan swab test kepada Jakob Oetama. Hasil swab test Jakob Oetama dinyatakan negatif. Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020) pukul 13.05 WIB.

Baca Juga: Marquez Terancam Pensiun Dini Dari Arena MotoGP, Ini Sebabnya...

Rencananya, jenazah Jakob Oetama akan dibawa ke rumah duka di Jalan Sriwijaya 40, Kebayoran Baru, Jakarta untuk melakukan ibadah misa

lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931. Almarhum wafat pada usianya yang memasuki 88 tahun. Dia mengawali kariernya pertama kali menjadi seorang guru. Namun, dia kemudian memilih jalan sebagai wartawan hingga kemudian mendirikan jaringan media terbesar, Kompas Gramedia, bersama rekannya, PK Ojong.

Sebagaimana siaran pers yang diedarkan Kompas Gramedia, perjuangan Jakob Oetama besarkan Kompas Gramedia Saat membesarkan Intisari dan Kompas, Jakob Oetama dan PK Ojong berbagi tugas. Jakob mengurusi editorial, sedangkan Ojong di bidang bisnis. Namun, kemudian situasinya menjadi tidak mudah bagi Jakob. Setelah 15 tahun kebersamaannya dengan Ojong membangun Kompas, Ojong meninggal mendadak dalam tidurnya tahun 1980. Kepergian Ojong meninggalkan beban berat. Beban itu tiba-tiba terpikul di pundak Jakob

Baca Juga: Gerudug Kantor Gubernur Bali, Demonstran Kritik Pernyataan Koster Yang Menyudutkan Jerinx

Jika selama ini konsentrasinya adalah mengurusi bidang redaksional, ia kini juga “dipaksa” untuk mengurusi aspek bisnis. Kenang Jakob dengan rendah hati, “Saya harus tahu bisnis. Dengan rendah hati, saya akui pengetahuan saya soal manajemen bisnis, nol! Tapi saya merasa ada modal, bisa ngemong! Kelebihan saya adalah saya tahu diri tidak tahu bisnis.” Kerendahan hati bahwa ia tidak tahu bisnis itulah yang kemudian mengembangkan Grup Kompas Gramedia menjadi sebesar sekarang. Kerendahan hati ini pula yang membuatnya tidak merasa jemawa atas apa yang dicapainya. Ia tidak pernah merasa kaya di antara di antara orang miskin, juga tidak merasa miskin di antara orang kaya. Baca kisah selengkapnya dalam karya jurnalistik multimedia VIK Jakob Oetama 85 Tahun. ***

Editor: I Gusti Ngurah Kartika Mahayadnya

Sumber: kompas gramedia


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X