Menteri KKP Edhy Prabowo Kena OTT, Korban 'Operasi Hitam' Jelang Pilpres 2024?

- 25 November 2020, 19:42 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. /@rizky_irmansyah/Instagram

DENPASARUPDATE.COM - Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut oleh Pengamat Politik Ujang Komarudin sebagai bagian dari operasi hitam jelang Pilpres 2024.

"Termasuk operasi-operasi hitam partai politik dan capres-cawapres pasti akan bermunculan di kemudian hari," ujar Ujang Komarudin, Rabu 25 November 2020.

Lebih lanjut, Ujang mengatakan bahwa adu kekuatan di antara partai politik sudah mulai kelihatan saat ditangkapnya Menteri KKP Edhy Prabowo oleh KPK.

Baca Juga: Pangdam Jaya Banjir Ratusan Karangan Bunga, Fadli Zon Sebut Ironi, Perang Melawan Baliho

Dirinya menjelaskan bisa saja gara-gara kasus ini, elektabilitask Partai Gerindra akan turun untuk kontestasi pemilu beberapa tahun ke depan.

"Ya ini kalau menurut saya genderang perang permulaan Pilpres sedang dimulai, apalagi ini menjelang tahun baru 2021 artinya semua kekuatan partai politik maupun calon presiden siapapun sudah mulai jalan gitu," tutur Ujang.

Baca Juga: Sebelum Ditangkap KPK, Edhy Prabowo Bawa Misi ini ke Amerika Serikat

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap oleh KPK usai dari Amerika Serikat (AS).

Terkait dengan hal tersebut, juru bicara KPK Ali Fikri, mengatakan bahwa hingga kini, para penyidik masih memeriksa Menteri KKP Edhy Prabowo dan punya waktu 24 jam untuk menentukan statusnya.***

Editor: Rudolf Arnaud Soemolang


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah