Bahaya! Faktor Penyebab Anak Berani Lakukan Pembunuhan di Makassar, No 2 dan 3 Mengejutkan

- 25 Januari 2023, 07:15 WIB
Podcast Deddy Corbuzer
Podcast Deddy Corbuzer /Capture Youtube

DENPASARUPDATE.COM - Baru-baru ini ditemukan kasus pembunuhan oleh anak di bawah umur terhadap anak lainnya di Makassar.
 
Tujuan pembunuhan sangat keji. Lantaran berniat untuk menjual organ korban agar bisa menghasilkan uang secara mandiri.
 
Melansir dari podcast Deddy Corbuzier di Youtube, berikut faktor yang menyebabkan si pelaku berani dan nekat melakukan pembunuhan tersebut.
 
Podcast Deddy Corbuzier beberapa hari yang lalu mendatangkan Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Haryanto sebagai narasumber.
 
Podcast tersebut diunggah di channel milik Deddy Corbuzier (red: Close The Door) dengan judul "Pelakunya Anak Kecil, Satu Tahun Direncanakan, Belajar di Sosmed!! -Deddy Corbuzier Podcast-" pada tanggal 19 Januari 2023.
 
Ada satu perbincangan yang cukup menarik, yakni terkait latar belakang pelaku pembunuhan di Makassar yang berniat menjual organ korban.
 
Tim DenpasarUpdate.Com mencoba merangkumnya ke dalam beberapa poin sebagai informasi yang lebih mudah dipahami.
 
1. Pembunuhan Dilandasi Dari Keinginan untuk Membuktikan ke Keluarga
 
Selama dalam proses penyidikan, pelaku sempat mengatakan bahwa ingin membuktikan kepada keluarga bahwa ia bisa menghasilkan uang. Hanya saja dengan cara yang salah.
 
 
2. Rupanya Pelaku Tertekan dengan Asuhan Orang Tua
 
Berdasarkan penjelasan Kombes Budi Haryanto, kehidupan pelaku di rumah sering merasa tertekan di bawah asuhan orang tuanya.
 
Diceritakan ia sering dikata-katain orang tua sebagai anak yang tidak berguna, anak yang tidak membantu orang tua.
 
Hal ini membuat pelaku memiliki dendam dan ingin membuktikan kepada orang tua bahwa ia bisa mencari uang sendiri.
 
 
3. Dampak dari Bermedia Sosial, Terinspirasi Mencari Uang dengan Cara Menjual Organ Manusia
 
Kesenangan pelaku yang bermain media sosial, mengenalkan pada situs jual beli organ manusia.
 
Bahkan, pelaku juga pernah melihat tayangan di salah satu media televisi terkait penjualan organ manusia.
 
Hasil berselancar di media sosial inilah yang membuatnya terinspirasi untuk melakukan hal serupa.
 
 
4. Hasil Tes Psikologi Menunjukkan Pelaku Bukan Psikopat, Tindakannya Murni Karena Sifat Egosentris dan Kurangnya Kemampuan Analisis
 
Kembali lagi ke poin dimana pelaku memiliki dendam untuk bisa membuktikan kepada orang tua terkait kemandirian dalam menghasilkan uang, pelaku tumbuh dengan sifat ketidakmampuan untuk mengendalikan diri.
 
Pelaku memiliki sifat egosentris yang mengarahkan pelaku untuk berani melakukan hal nekat.
 
Egosentris merupakan keadaan seseorang yang hanya berfokus pada diri sendiri terkait kesejahteraan atau keuntungan diri sendiri dengan mengorbankan atau mengabaikan orang lain.
 
Bisa dikatakan, tidak memiliki rasa perikemanusiaan kepada orang lain.
 
Bisa juga sebagai dampak pola asuhan orang tua yang cenderung tidak bisa mengendalikan diri dalam mengutarakan kekesalan atau pemikiran ke anak.
 
Contoh nyatanya adalah mengatakan hal yang tidak menyenangkan ke anak hingga merasa tertekan.
 
Kesalahan dalam bertindak usai membunuh, yakni gagal melakukan penjualan organ, dikarenakan kemampuan analisis pelaku yang kurang.
 
Perencanaan pembunuhan selama setahun itu gagal lantaran pelaku tidak mampu melakukan perencanaan dengan baik.
 
 
4. Pelaku Memanfaatkan Lengahnya Orang Tua yang Tidak Memantau Anaknya dengan Ketat
 
Berdasarkan penuturan dari Budi Haryanto, di lingkungan pelaku memang banyak anak yang dibiarkan jauh dari pemantauan orang tua.
 
Budi Haryanto mengatakan bahwa pelaku memanfaatkan anak yang dilepas orang tua dan tidak terkontrol dengan baik sebagai korban.
 
Hal yang sangat penting untuk selalu mengawasi pergerakan anak agar tidak menjadi korban kejahatan di luar sana.
 
Demikian ulasan terkait faktor penyebab anak nekat lakukan pembunuhan di Makassar.***
 

Editor: I Gusti Ngurah Kartika Mahayadnya

Sumber: YouTube


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x